Aneka Anyaman Tasikmalaya

Aneka Anyaman Tasikmalaya

Tasikmalaya telah lama dikenal sebagai daerah penghasil barang-barang kerajinan tradisional. Salah satu produk khas yang menjadi andalan perajin Tasikmalaya adalah anyaman Tasikmalaya, baik dari bambu, mendong, eceng gondok, hingga lidi. Dari bahan-bahan sederhana tersebut bisa dibuat barang-barang cantik, seperti sandal, tas wanita, keranjang, pajangan, dan lain-lain.
Anyaman Bambu
Tak ada rotan, bambu pun jadi. Barangkali itu yang menjadi prinsip para penganyam Tasikmalaya, mengingat bahan baku rotan sulit didapat di kawasan Jawa Barat. Mereka menggunakan lembaran-lembaran bambu yang halus sebagai media berkreasi dan menyulapnya menjadi barang-barang kebutuhan sehari-hari atau aksesoris.
Bahan baku bambu yang kuat tetapi fleksibel sangat tepat jika dianyam. Selain itu, harganya pun murah, sehingga benda kerajinan bambu tidak mahal seperti rotan.
Kegiatan menganyam bambu telah berkembang di beberapa daerah di Tasikmalaya, khususnya Rajapolah, sejak puluhan tahun lalu. Awalnya, masyarakat menganyam bambu untuk membuat peralatan dapur dan rumah tangga. Kini, produk anyaman bambu semakin bervariasi dan lebih banyak ditujukan untuk cinderamata.
Produk anyaman bambu halus yang diminati pembeli adalah sandal, tas wanita, beragam bentuk keranjang, kotak seserahan untuk lamaran, topi, wadah kosmetik, kursi, rak, hiasan dinding bertuliskan kaligrafi, dan sebagainya. Kipas bambu juga banyak dicari untuk dijadikan souvenir pesta pernikahan. Terdapat pula benda-benda anyaman yang menggabungkan bahan bambu dengan daun pandan.
Beberapa perajin anyaman di Rajapolah bahkan telah aktif di pasar ekspor. Mereka melayani pemesanan dari pembeli di negara-negara Timur Tengah, Korea, Jepang, Singapura, Malaysia, negara-negara Eropa, dan Amerika. Para pengusaha anyaman juga kerap menerima tamu-tamu asing dari luar negeri yang ingin meneliti produk yang mereka hasilkan.
Anyaman Mendong
Menurut kisah yang beredar di masyarakat Kecamatan Purbaratu, Tasikmalaya, tanaman mendong pertama kali dibawa ke Tasikmalaya oleh saudagar-saudagar kuda setempat dari Pulau Sumbawa. Memang, daerah Purbaratu sempat menjadi pusat kendaraan andong yang ditarik oleh kuda, sehingga para saudagar kuda sering bepergian ke Pulau Sumbawa untuk membeli kuda.
Para saudagar tersebut tertarik dengan topi-topi anyaman yang dipakai para peternak kuda di Sumbawa. Begitu mengetahui bahwa bahan baku topi-topi tersebut adalah mendong, mereka memutuskan membawa benih mendong untuk ditanam di Tasikmalaya.
Nama mendong muncul begitu saja karena benih-benih tersebut mereka bawa dalam gendongan selama perjalanan dari Sumbawa ke Tasikmalaya. Sesampainya di Purbaratu, bibit mendong ditanam. Setelah dipanen, tanaman mendong diserahkan kepada ahli tenun yang mengubahnya menjadi tikar. Bentuk tikar yang dibuat pada masa itu masih sederhana dan polos. Begitulah asal mula kerajinan anyaman mendong ditemukan.
Dalam perkembangannya, wujud tikar mendong mengalami banyak perbaikan, mulai dari penambahan motif hingga warna. Rumput-rumput mendong diwarnai dengan teknik celup sebelum dijalin menjadi anyaman. Rancangannya pun semakin bervariasi, kini tikar-tikar mendong tersedia dalam bentuk yang bisa dilipat dan dijinjing sehingga praktis bila dibawa bepergian.
Perajin mendong Purbaratu pun berkolaborasi dengan penenun dari Majalaya, Bandung dan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya untuk menghasilkan anyaman-anyaman bermotif songket.
Kreativitas perajin mendong terus bergerak menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Mereka membuat produk-produk anyaman lain seperti tas-tas cantik, dandal, keranjang, kotak serbaguna, dan sebagainya. Alhasil, semakin banyak peminat kerajinan yang melirik anyaman mendong, termasuk konsumen luar negeri. Aneka produk mendong kini telah diekspor ke negara-negara Eropa, Amerika, Inggris, Jepang, dan banyak lagi.
Untuk memperoleh aneka benda anyaman mendong, Anda bisa langsung mengunjungi sentra-sentra pembuatannya di Tasikmalaya, atau di gerai-gerai penjual barang kerajinan anyaman Tasikmalaya

About these ads

1 Comment (+add yours?)

  1. Ariatty
    Aug 07, 2012 @ 08:04:03

    Mohon info harga boboko kecil bertangkai , tinggi boboko kurleb 12 cm, diameter kurleb 10 cm. Biasanya di jual satu set dgn tenong kecil, hihid kecil, nyiru kecil dan boboko kecil untuk mainan anak anak, Yg saya tanyakan hanya harga bobokonya sj. Thnq

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: