Kelom Geulis Tasikmalaya

Tasikmalaya terkenal dengan berbagai produksi kerajinan di antaranya anyaman, payung geulis, bordir, tikar, mebel kayu dan kelom geulis. Salah satu produk yang mulai punah keberadaanya yaitu kelom geulis. Sekarang kelom geulis mulai tersisihkan dengan hadirnya sandal plastik atau kulit imitasi.

Kelom di ambil dari bahasa belanda ‘kelompen’ yang artinya sandal kayu. Istilah kelom geulis sendiri berasal dari bahasa sunda yang berarti sandal kayu cantik. Sandal kelom biasanya di pakai untuk acara hajatan ataupun acara resmi.

Kelom Geulis terbuat dari kayu mahoni atau albasia. Kelom ini di buat secara manual dengan menggunakan tangan. Agar tampak menarik, kelom di berikan hiasan. Hiasan kelom umumnya adalah hiasan ukiran dengan motif bunga. Sekarang ini, terdapat juga kelom dengan menggunakan hiasan cat air brush dan juga hiasan batik atau yang lebih di kenal dengan kelom batik.

Cara pembuatan kelom geulis terdiri dari beberapa tahap. Pertama, kayu mahoni/albasia dipotong sesuai bentuk alas kaki lalu di serut dan di rapikan dengan menggunakan golok. Setelah itu di kelom di keringkan dengan cara di jemur. Cuaca sangat berperan penting dalam pengeringan kelom karena kadar air dari kayu harus rendah. Sehingga apabila di musim hujan cukup menyulitkan para pengrajin untuk mengeringkannya. Sebagai alternatif, pengrajin menggunakan oven.

Setelah kering, kelom di haluskan dengan gerinda. Agar pori pori kayu hilang, kelom di beri cat dasar lalu di cat dengan cara di semprot dan di keringkan. Sebagai pengikat kaki, kelom di beri tali. Tali yang di gunakan yaitu tali dari kulit ataupun beludru.

Kerajinan kelom geulis banyak di produksi sebagai Home Industri. Sentra produksi kerajinan kelom Tasikmalaya terdapat di Desa Setiamulya, Mulyasari, Kersanegara, Sukahurip, Sumelap. Selain itu, terdapat pula di Desa Linggajaya Mangkubumi dan Gobras.

Kelom Tasikmalaya terkenal tidak hanya dalam cakupan nasional tetapi juga internasional. Kelom geulis telah di ekspor ke wilayah Asia Tenggara, Korea, Jepang, Afrika, Panama, Timur Tengah dan sebagian wilayah Eropa.

Di olah dari berbagai sumber

Berbagai macam tas kerajinan rajapolah TASIKMALAYA

This slideshow requires JavaScript.

Rajapolah dengan banyak berbagai macam kerajinan tangan yang yang khas, murah, lengkap dsb.

Hiasi rumah anda dengan berbagai barang alamiah seperti hiasan dari kerajinan tangan Rajapolah ini

Beri lah buah tangan orang yang anda kasihi dengan produk-produk ini

Bila ada yang berminat yang membeli kerajinan tangan rajapolah yang berada di kota tasikmalaya yang sangat banyak ragam nya dan harga bisa nego dan untuk partai besar kami dapat membuat sesuai pesanan yang anda inginkan dan juga kami menerima pemesanan barang baku untuk membat kerajinan seperti halnya rotan ,tersedia pula produk-produk setengah jadi .

Anda bisa hubungi ke :

No hp : 085222308405

Blog kami :http://ragamhandicraftrajapolah.wordpress.com

Facebook : facebook.com/kerajinan.rajapolah

bordir, kerajinan, kerajinan tangan, rajapolah, tasikmalaya,kerajinan tangan khas rajapolah,dawagung,cirangkong,rotan,pandan,mendong,bahan baku kerajinan,produk kerajinan,2012,khas rajapolah,jual kerajinan rajapolah,termurah kerajinan

Nilai Estetis Anyaman Rotan

Nilai Estetis Anyaman Rotan

Rotan merupakan bahan baku utama kerajinan, lebih tepatnya anyaman. Anyaman rotan. Begitulah orang menyebutnya. Disebut anyaman sebab rotan dibentuk dengan cara dianyam, disatukan dengan cara dililitkan sehingga setiap helai rotan membentuk sebuah anyaman yang memiliki banyak ragam bentuk dan fungsi.
Fungsi Anyaman Rotan
Anyaman rotan dapat berfungsi sebagai hiasan semata atau dapat pula berfungsi sebagai benda pakai. Namun, fungsinya memang lebih banyak pada nilai guna alias benda pakai. Sebutlah tudung saji yang terbuat dari anyaman rotan, kursi goyang, kursi dan meja tamu, ayunan bayi, tempat lampu hias, dan banyak lagi anyaman rotan lain yang memiliki nilai fungsi. Bahkan, hulahop yang dipakai untuk olahraga pun terbuat dari rotan. Pemisah ruangan yang terbuat dari rotan tidak hanya memiliki fungsi guna, tetapi memiliki fungsi estetis.
Penjual Anyaman Rotan
Anyaman rotan banyak dijual di toko-toko pinggir jalan. Di Bandung, tepatnya di kawasan Setiabudi, bisa kita jumpai banyak toko yang menjual aneka anyaman rotan. Bahkan, tempat wig pun dibuat dan dijual di toko tersebut. Anyaman rotan memang tak lagi begitu diburu oleh masyarakat sebab sudah mulai tergeser oleh produk-produk yang dianggap lebih modern. Namun, produk industri rumahan ini tetap saja ada dan tetap bertahan hingga kini.
Seperti kita lihat di kawasan Setiabudi, Bandung, banyak benda-benda yang berasal dari rotan dijadikan berbagai benda rumah tangga. Misalnya, perangkat kursi meja tamu, kursi makan, kap lampu, pemisah ruangan, tempat buah-buahan, alas piring. Bahkan, permainan anak yang saat ini sudah jarang atau susah ditemui dijual di tempat ini, yakni kuda-kudaan dari anyaman rotan. Harganya bervariasi sesuai dengan jenis bendanya.
Lebih Awet
Barang-barang rumah tangga yang berasal dari anyaman rotan sesungguhnya akan lebih tahan lama dibanding barang-barang rumah tangga yang terbuat dari busa atau bahan sintetis lain, seperti sofa. Daya tahan anyaman rotan memang tak diragukan lagi sebab rotan memang dikenal sebagai tumbuh-tumbuhan yang memiliki daya tahan cukup lama.
Kursi-kursi atau meja yang terbuat dari rotan tentulah memiliki usia pakai yang relatif lebih lama dibandingkan kursi-kursi modern zaman ini yang hanya mementingkan segi tampilan, segi model dan desain saja. Benda-benda yang terbuat dari anyaman rotan bisa bertahan hingga 20 tahun. Bahkan, lebih. Bergantung pula pada cara pakai dan pemeliharaannya.
Perawatan
Dalam memelihara benda anyaman rotan, sebaiknya cukup dilap dengan kain kering yang bersih. Warna rotan akan semakin pekat jika mendapat penyinaran cahaya matahari secara langsung. Warna putih kekuking-kuningan atau gading akan menjadi kuning kecokelat-cokelatan dan akan menjadi lebih pekat jika rotan tersebut tersinari cahaya matahari, terlebih di sore hari. Warna pekat inilah yang membuat anyaman rotan semakin indah dan disukai oleh pemburu anyaman rotan.

Berburu Anyaman Nusantara

Berburu Anyaman Nusantara

Hasil karya negeri ini tak lepas dari berbagai kerajinan tangannya. Keunikan produk dalam negeri dapat kita jumpai di berbagai kota, pusat perbelanjaan, maupun toko-toko suvenir. Berbagai bentuk anyaman misalnya, kerajinan yang satu ini tak henti diminati. Anyaman nusantara memiliki keunikan tersendiri yang senantiasa dicari para pemburunya.

Bahan Baku Sederhana
Dilihat dari bahan bakunya, anyaman nusantara ini dapat terbuat dari rotan, bambu, maupun dedaunan. Bahkan, limbah plastik pun dapat dianyam menjadi dompet maupun tas yang indah nan murah. Tak sedikit dari kaum hawa yang terlihat percaya diri ketika menenteng tas belanjanya yang terbuat dari anyaman plastik tersebut.
Anyaman nusantara tak sekadar kerajinan tangan semata, melainkan sebuah seni merajut yang hasilnya bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga. Setiap produknya memamerkan keindahan tersendiri yang menarik untuk dipelajari.
Siapa bilang daun pandan hanya bermanfaat untuk mengharumkan makanan. Dengan kelihaian pengrajinnya, daun pandan pun dapat dianyam menjadi alas kaki. Anda akan disuguhkan dengan modelnya yang bermacam-macam. Sepatu dan sandal semacam ini begitu ringan dipakai, begitu pun di kantong.
Peluang Usaha
Siapa pun berpeluang untuk berbisnis anyaman nusantara ini, bahkan Anda bisa membuatnya sendiri. Eceng gondok yang biasa Anda temui di danau, bisa dijadikan peluang usaha dengan menganyamnya menjadi handicraft yang mempesona. Setelah dikeringkan, eceng gondok ini dapat diolah menjadi keranjang, tatakan gelas, bahan baku tas wanita, tikar, nampan dan lain sebagainya.
Selain berbahan baku rotan, kini industri furnitur pun menjadikan eceng gondok sebagai bahan pendukung industrinya. Tanaman lain seperti daun lontar, pelepah pisang, rumput, dan tumbuhan pakis pun dapat disulap menjadi perabotan dapur atau sekadar penghias ruangan Anda agar terkesan etnik.
Apa salahnya jika Anda lebih memilih lampu hias yang terbuat dari rotan. Selain memangkas pengeluaran, keunikan pun memamerkan pesonanya.
Anyaman nusantara tak pernah sepi dari perburuan. Masyarakat selalu dibuat penasaran untuk menaklukan dunia bisnis melalui usaha anyaman ini. Atau untuk sekadar mengkoleksi misalnya.
Kawasan Rajapolah, Tasikmalaya merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi para pecinta anyaman nusantara.
Tahapan Produksi
Bagaimana cara membuatnya? Peralatan yang digunakan pun sederhana seperti pisau penipis, tang, pisau pemotong, penjepit bundar. Tahapan dalam pembuatan kerajinan dari tanaman berserat itu melalui proses pengeringan, penipisan, serta merajut bahan baku menjadi wujud benda.
Bahan penunjang lainnya seperti benang jahit, kancing, batok kelapa, kain, lem, zat pewarna atau pengkilap, resleting, pernis, tambang, dan karton. Hampir semua pengrajin menggunakan bahan-bahan ini. Mereka menganyamnya menjadi tiga pola. Anyaman datar, yaitu anyaman yang dibuat mendatar, lebar, dan pipih. Misalnya dinding rumah tradisional, tikar, pembatas ruangan dan barang hias lainnya.
Kedua, yaitu anyaman tiga dimensi. Anyaman dengan pola seperti ini tidak lagi bernuansa tradisional, namun efek seninya lebih ditekankan. Contohnya sandal, lampu lampion, kursi, tas, serta wadah.
Kemudian ada yang dinamakan makrame. Dalam makrame ini, para pengrajin mengandalkan keahlian tangannya dalam proses simpul-menyimpul, yang dibantu alat pengait seperti jarum. Teknik ini dapat menciptakan pola tertentu dan membentuk sambungan. Benda yang dihasilkan pun tak kalah unik, seperti taplak meja, keset kaki, dan suvenir lainnya.

Seni Anyaman – Anyaman, Karya Seni, dan Media Sosialisasi

Seni Anyaman – Anyaman, Karya Seni, dan Media Sosialisasi

Anyaman merupakan bentuk kebudayaan yang mempengaruhi pada kebudayaan masyarakat Melayu. Anyaman bukan saja menjadi sebuah bentuk kerajinan tangan semata, tapi lebih dari itu anyaman merupakan karya seni yang tidak saja cantik, tapi juga indah.
Secara harfiah, anyaman berarti hasil persilangan bahan-bahan tertentu melalui sebuah pola hingga menghasilkan sebuah karya. Bahan-bahan yang banyak digunakan sebagai bahan anyaman adalah rotan, lidi, akar, pelepah, bambu, eceng gondok, dan beberapa jenis tanaman lain yang dikeringkan.
Bahkan, dengan berkembangnya kreativitas dari perajin, sampah-sampah plastik rumah tangga pun bisa disulap menjadi sebuah anyaman hasil karya yang bisa dipakai kembali dalam berbagai bentuk, antara lain, tas dan taplak meja.
Tahukah Anda, bahwa usia anyaman ini sama tuanya dengan usia peradaban manusia? Konon, manusia mulai mengenal anyaman ketika melihat burung yang sedang membangun sarangnya yang kokoh. Seni anyaman ini sudah berkembang sejak ribuan tahun lamanya dan dipercaya sudah berkembang sejak masa neolitihikum (seni bercocok tanam) dan kelahirannya disejajarkan dengan kelahiran seni tembikar.
Pada saat ini, masyarakat purba sudah mengenal rotan dan akar yang telah dibasahi terlebih dahulu agar mudah dalam membentuk sebuah tali simpul yang digunakan untuk mengikat hewan peliharaan dan hasil bumi mereka.
Seni anyaman berasal dari hasil karya masyarakat Melayu yang hingga saat ini masih dikagumi dan juga masih diminati. Rumah-rumah di pedesaan yang memakai bilik dari bambu merupakan salah satu bentuk yang paling nyata dari eksistensi anyaman ini.
Pernah mendengar kota Pedamaran di Sumatera Selatan? Menyandang kota sebagai kota tikar, kegiatan anyaman di kota ini berlangsung setiap waktu dan dilakukan oleh ibu-ibu dan gadis remaja. Para pengayam ini, terutama yang masih dalam tahap belajar membuat anyaman dengan penuh keseriusan agar anyaman sesuai dengan pola yang telah ditentukan. Karena, apabila salah beberapa langkah dalam mengayam maka hasil anyamannya akan berbeda.
Anyaman bukan saja menjadi sebuah karya seni, tetapi juga menjadi media komunikasi dan sosialisasi bagi penduduk. Dalam proses mengayam, terjadi saling interaksi baik berupa pertanyaan, guyonan, dan perbincangan ringan yang bertujuan sebagai tali pengikat keakraban sesama.
Seperti halnya dengan para perajin anyaman di desa, misalnya tikar, proses mengayam menjadi sebuah kegiatan sosial, sebuah proses tempat berlangsungnya pertukaran cerita. Hampir di seluruh wilayah Kepulauan Indonesia, anyaman ini dikenal dan setiap wilayah tersebut memiliki pola atau motif tertentu sehingga menjadi ciri khas.
Sejak kemunculannnya, seni mengayam ini dipercaya dan diawali tanpa ada campur tangan bahan dari luar. Semua bahan yang dulu digunakan merupakan bahan-bahan dari hutan yang banyak tersebar. Penggunaan tali, akar, dan rotan merupakan bahan-bahan untuk menciptakan anyaman. Jenis tumbuhan ini banyak sekali tumbuh di hutan-hutan sehingga masyarakat tidak akan kesulitan untuk mendapatkannya.
Penciptaan model atau bentuk anyaman disesuaikan dengan fungsi kebutuhan sehari-hari. misalnya, anyaman berbentuk topi, tudung saji, tikar, bilik, bakul, dan berbagai bentuk lain yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Waktu yang digunakan untuk mengayam pun dilakukan pada saat pagi hari atau di malam hari di mana suhu udara sudah mulai mendingin. Pemilihan waktu ini bukan tanpa alasan. Pemilihan pagi atau malam hari ditujukan agar daun-daun (palma dan nipah) mudah dibentuk sesuai dengan pola tanpa meninggalkan kesan pecah pada hasil anyamannya. Biasanya kegiatan mengayam ini dilakukan di halaman rumah pada waktu pagi, sore, atau malam hari sambil berkumpul dengan tetangga secara berkelompok.
Jenis-jenis Anyaman
Dilihat dari ciri-ciri fisiknya, pada umumnya anyaman terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu sebagai berikut.
1. Anyaman Datar
Jenis anyaman ini dibuat datar pipih dan lebar. Anyaman datar biasanya digunakan sebagai bilik rumah tradisional, tikar, pembatas ruangan dan barang-barang hias lainnya. Anyaman datar dapat dibentuk dengan berbagai pola dan bentuk. Tentu, pembentukan pola ini membutuhkan ekstra kelihaian tangan dan kecermatan dalam membentuk pola dan alur anyaman.
2. Anyaman Tiga Dimensi
Ayaman ini merupakan pengembangan bentuk dari anyaman tradisional yang memiliki bentuk sederhana tetapi sudah lebih dikembangkan dan ditekankan pada nilai seni dan fungsionalitasnya yang lebih tinggi. Misalnya, tas, kursi, tempat wadah-wadah, dan lampu lampion.
3. Macrame
Macrame merupakan seni keahlian tangan menyimpul bahan dengan dibantu oleh alat pengait misalnya jarum. Dengan teknik makreme, pengrajin dimungkinkan untuk dapat membentuk sambungan dan menciptakan pola-pola baru yang lebih bagus. Benda anyaman yang dibentuk melalui macrame di antaranya adalah taplak meja, keset kaki, dan bentuk suvenir.
Produk Anyaman
Perkembangan ide kreatif yang didorong oleh semakin beragamnya kebutuhan, para pengrajin melakukan berbagai inovasi dalam produk anyamannya. Berikut ini beberapa jenis produk dari perkembangan produk anyaman.
1. Lampion
Anyaman lampion merupakan seni anyaman tiga dimensi dan termasuk anyaman buluh (bamboo atau aur). Bulu merupakan salah satu jenis spesies rumput, seperti ilalang, dan jagung.
2. Kata
Kata merupakan keranjang yang dianyam dari daun kelapa yang dilengkapi dengan tali pikulan untuk digunakan untuk membawa hasil ladang. Kata ini merupakan seni anyaman tiga dimensi terapan. Kata terdiri atas beberapa jenis antara lain kata mapa, kata kowe, dan kata manu.
3. Tikar
Tikar merupakan anyaman yang paling banyak ditemui dan dianyam dengan menggunakan daun lontar atau daun pandan. Penggunaannya sebagai alat tidur dan tikar yang berukuran besar digunakan untuk menjemur padi. Selain itu, tikar juga digunakan sebagai alas tempat duduk bagi tamu.
4. Pembatas dinding
Pembatas dinding merupakan jenis anyaman datar yang terdiri atas pola anyaman berasal dari bambu yang telah dipipihkan.
Sentra-sentra Kerajinan Anyaman Nusantara
Sangat mudah menemukan hasil kerajinan anyaman sekarang ini. Hampir di setiap wilayah dapat ditemui dengan mudah. Ketika Anda sedang berada di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Anda dapat mampir ke kawasan Rajapolah yang terkenal dengan kerajinan anyamannya antara lain tikar, anyaman dari bambu, perabota rumah tangga, dan jenis anyaman lainnya yang memiliki fungsi dan nilai tinggi.
Selanjutnya di Kecamatan Manggir, Kapubaten Sleman, Yogyakarta, juga merupakan sentra anyaman bambu. Bahan baku bamboo yang dipilih pun bukan bambu sembarangan. Bambu Apus dipilih karena bambu tersebut memiliki karakteristik ulet dan lemat untuk dibuat anyaman. Para peraji di Kecamatan Manggir ini lebih banyak membuat besek dan keranjang.
Di Jawa Timur tepatnya di desa Gintangan, Banyuwangi merupakan sentra anyaman bambu yang cukup terkenal. Selain sebagai penghasil anyaman bambu yang terkenal, sentra anyaman ini juga menjadi tempat workshop bagi para pembeli yang ingin belajar tentang anyaman. Pembeli dapat melihat langsung proses pembuatan anyaman yang dilakukan oleh para pengrajin.
Beralih ke Pulau Sumatera. Penduduk Nanggroe Aceh Darussalam menghasilkan anyaman tikar yang terbuat dari daun pandan. Juga, di Riau, penduduknya menggunakan pandan sebagai bahan baku utama anyaman. Sentra pengrajin utama anyaman pandan yang terkenal berada di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Pelalawan.
Anyaman rotan banyak dijumpai di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Pekanbaru. Kabupaten Kuantan Senggigi dan Kabupaten Kampar merupakan daerah terkenal akan anyaman bambu dan anyaman pandannya. Di Kalimantan tepatnya di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan terdapat sentra anyaman purun.
Singkatnya, semua daerah di Indonesia dapat dijumpai kerajinan anyaman ini, tentu dengan pengembangan dan adaptasi dari budaya yang berkembang di wilayah tersebut.
Masa Depan Produk Anyaman
Perkembangan ilmu dan teknologi turut serta mempengaruhi pada perkembangan seni anyaman ini. Dulu, hanya bahan-bahan yang berasal dari alam saja yang bisa dibuat sebagai bahan anyaman. Sekarang ini, sampah plastik dan ban sekalipun bisa disulap menjadi bahan baku anyaman yang tidak kalah bagus.
Memang, animo masyarakat untuk membeli atau menggunakan produk anyaman masih jauh terutama anyaman tradisional dibandingkan dengan penggunaan produk-produk yang lebih mutakhir. Para perajin melalui sentra-sentra pengrajin melakukan promosi melalui berbagai kegiatan, misalnya pameran atau eksebisi.
Untuk mendongkrak promosi, para perajin juga melakukan ekspansi pasar ke berbagai wilayah termasuk ekspor ke luar negeri misalnya Malaysia, Jepang, Australia, Belanda, dan negara-negara di Timur Tengah.
Pesatnya perkembangan industri anyaman ini tidak diimbangi oleh ketersediaan bahan baku, setidaknya itu permasalahan yang dirasakan oleh berbagai pengrajin. Jadi, pengrajin harus rajin-rajin berburu bahan baku ini sampai ke luar daerah untuk mendapatkan bahan baku tersebut. Tentu, berkurangnya pasokan bahan baku ini akan berimbas pada harga yang ditawarkan produk anyaman tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan produk lainnya.

Handicraft , Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomis

Handicraft , Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomis

Apa yang terbersit dalam pikiran Anda ketika mendengar kata handicraft? Kegiatan mengolah barang-barang di sekitar untuk dijadikan benda yang unik dan bernilai seni. Ada pula yang berpendapat handicraft adalah kerajinan tangan berbahan dasar kayu, bambu dan serat tumbuhan. Sementara bagi para pencinta lingkungan, handicraft adalah bentuk keterampilan tangan yang diciptakan dari barang-barang bekas di sekitarnya.
Seperti namanya, handicraft, merupakan kerajinan yang dikerjakan dengan tangan menggunakan teknik-teknik tertentu dan menghasilkan karya yang tidak biasa dan bernilai ekonomis. Pada awalnya handicraft banyak digeluti oleh para penggiat seni kerajinan tangan yang ingin menciptakan suatu karya bernilai artistik dan dalam rangka mengasah bakat seninya serta menambah koleksi pribadi.
Kemudian seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut mulai dilirik industri. Hal ini tentu tidak terlepas dari keunikan dan nilai ekonomis tinggi yang terkandung di dalam barang-barang handicraft. Lambat laun banyak bermunculan pengrajin yang memanfaatkan bahan-bahan dari alam dan menjual handicraft di pasaran dalam negeri hingga ke mancanegara.
Dekranas, Wadah Handicraft Nasional
Handicraft atau kerajinan tangan yang sudah masuk dalam komoditas industri kemudian menjadi salah satu cara yang ditempuh pemerintah dalam usaha pemerataan pendapat penduduk sekaligus pelestarian hasil budaya masyarakat. Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan handicraft ini. Terlebih dengan adanya kemajuan teknologi dalam bidang industri membuat budaya Indonesia semakin terpinggirkan.
Untuk itu, pelestarian budaya melalui kegiatan handicraft ini rasanya perlu terus digalakkan. Dekranas atau Dewan Kerajinan Nasional kemudian dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bersama antara Menteri Perindustrian dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, nomor : 85/M/SK/3/1980 dan nomor : 072b/ P/1980 pada tanggal 3 Maret 1980 di Jakarta.
Organisasi ini dibentuk sebagai mitra pemerintah dan wadah partisipasi masyarakat nasional dalam mengembangkan potensi-potensi kerajinan tangan atau handicraft dalam negeri. Sementara, untuk di daerah terdapat Dekranasda atau Dewan Kerajinan Nasional Daerah yang ditetapkan berdasarkan Ketua Umum Dekranas. Dekranasda dibentuk berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri nomor : 537/5038/Sospol pada tanggal 15 Desember 1981. Di antara fungsi-fungsi didirikannya Dekranas adalah :
• Membina dan mengembangkan potensi anggotanya dalam mewujudkan tujuan organisasi.
• Sebagai sarana mengumpulkan potensi dari para petinggi Dekranas demi pengembangan produk kerajinan yang menjadi bagian dari seni dan budaya.
• Pembinaan seni kerajinan sebagai warisan budaya bangsa dengan nilai cita rasa dan perwujudan keanekaragaman etnik di Tanah Air serta memberikan kesempatan berusaha dan sebagai sumber pendapatan masyarakat.
• Meningkatkan kontribusi industri handicraft dalam pembangunan nasional dan daerah serta peningkatan ekspor non migas, terutama ekspor barang-barang kerajinan.
• Sebagai sarana komunikasi dua arah antara anggota dengan pemerintah dan lembaga tinggi negara lainnya.
Untuk menjalankan fungsi-fungsinya, Dekranas memiliki program sebagai berikut :
• Menciptakan kode etik keahlian dalam melakukan usaha dalam bidang kerajinan atau handicraft.
• Meningkatkan inovasi dan kreatifitas tinggi dalam berketerampilan membuat handicraft.
• Melestarikan dan mengembangkan warisan budaya leluhur yang berkaitan dengan seni kerajinan.
• Membina anggotanya secara berkesinambungan.
• Mempromosikan serta memasarkan hasil kerajinan para anggotanya.
• Mengembangkan potensi industri kerajinan atau handicraft yang dapat menjadi sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
• Membina anggotanya agar dapat menjadi masyarakat yang produktif, mandiri dan tidak bergantung lagi pada orang lain.
• Meningkatkan kemampuan para perajin dalam bidang produksi melalui pembinaan teknik produksi, peningkatan mutu, desain produk, dan manajemen produksi.
Barang-barang Handicraft Bernilai Ekonomis
Lalu, barang-barang apa saja sih yang termasuk dalam kriteria handicraft itu? Oke, check all of these!
1. Handicraft dari Kain Perca
Kalau pergi ke penjahit pakaian, Anda dapat dengan mudah menemukan sisa-sisa potongan kain yang tidak terpakai. Kain perca, begitu orang mengenal bahan tersebut, bisa dijadikan bahan utama membuat kerajinan tangan.
Anda bisa mengaplikasikan potongan-potongan kain perca yang unik dan menarik di atas sarung bantal atau mukena polos. Dengan menggunakan jarum dan benang, Anda bisa memulai kerja kreatif menyematkan tusuk festoon atau tusuk lainnya pada bidang kain perca yang telah dibentuk sedemikian rupa.
2. Handicraft Kain Flanel
Kain beraneka warna dan kualitas ini dapat dijadikan kerajinan tangan beraneka bentuk sesuai kebutuhan. Mulai dari bros, magnet kulkas, gantungan kunci, tatakan gelas, pembungkus badan pensil, kotak tisu hingga souvenir pernikahan aneka bentuk dan ukuran. Bahannya mudah didapat dan relatif murah.
Kain flannel kualitas pertama cenderung lebih tebal dan mudah dicuci. Sedangkan kualitas kedua dan ketiga lebih tipis dan mudah rusak jika dicuci. Anda tinggal menggambar pola sesuai keinginan di atas kain flannel lalu gunting pola tersebut dan aplikasikan pada benda-benda yang mendukung seperti peniti, pensil, kayu dan jepit rambut. Handicraft dari kain flannel ini biasanya dijual mulai dari harga Rp 2.000,00 hingga ratusan ribu rupiah.
3. Handicraft Kayu
Tampaknya bahan kayu adalah bahan pertama yang dijadikan handicraft karena selain bahannya mudah didapatkan di alam, pengerjaannya pun mudah dan mendatangkan untung yang tidak sedikit. Kayu yang bisa digunakan tidak selalu kayu yang baru. Kayu bekas yang sudah tidak terpakai pun dapat Anda manfaatkan untuk membuat kerajinan tangan bernilai artistik dan ekonomis.
Produk-produk yang dapat dihasilkan dari kayu di antaranya pin atau bros aneka bentuk, vas bunga, kursi, meja, tempat tisu, tempat tidur ukiran, dan lain-lain. Jenis kayu yang umumnya dibuat kerajinan adalah kayu jati yang kuat, kayu cendana yang harum, kayu mahoni, dan kayu sonokeling.
4. Handicraft Eceng Gondok
Tanaman yang sering dipandang sebelah mata karena menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam sungai ini ternyata memiliki keunikan tersendiri ketika sudah dijadikan sebuah produk kerajinan handicraft. Gulma yang mempunyai nama Latin Eichhornia crassipes ini dapat menghasilkan serat alami yang kokoh dan mudah dibentuk untuk kerajinan tangan.
Mulai dari dompet, tas, pernak-pernik aksesoris, sandal hingga kursi tamu dapat dibuat menggunakan bahan baku serat eceng gondok yang sudah dikeringkan. Warnanya yang seperti kayu membuat banyak orang mengira kalau produk eceng gondok ini berasal dari serutan kayu. Serat eceng gondok jauh lebih lentur dan mudah dibentuk daripada serutan kayu.
5. Handicraft Serat Nanas
Tumbuhan yang memiliki nama Latin Ananas cosmosus ini diambil seratnya untuk dijadikan bahan baku tekstil dan pembuatan tali temali. Sifatnya yang sangat kuat, halus, tipis dan mudah dirawat menjadi hal terpenting dipilihnya serat nanas sebagai bahan baku utama pakaian jadi dan kebutuhan utama kaum perempuan seperti tas, dompet dan kerudung.
Sama seperti serat eceng gondok, serat nanas merupakan bahan baku handicraft yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan serat yang berasal dari bagian daun nanas ini, para pengrajin dinilai turut melestarikan eksistensi alam dan menjaga kebersihan lingkungan.
6. Handicraft Bambu
Kerajinan tangan atau handicraft dari bambu paling banyak terdapat di Indonesia karena jumlah tanamannya yang melimpah dan tersebar di beberapa wilayah. Yang diambil umumnya adalah batang pohon bambunya yang sering dijadikan anyaman kursi, lampu hias, kap lampu, dan barang besar seperti gazebo yang banyak menghiasi taman dalam rumah dan restoran. Harga yang ditawarkan untuk produk dari bahan baku bambu ini terbilang cukup mahal karena sulitnya pengerjaan.
7. Handicraft Gerabah
Handicraft asli Indonesia ini terbuat dari bahan baku tanah liat. Setelah dibentuk, gerabah kemudian dibakar dengan suhu mencapai 10.000C. Baru selanjutnya dihias dengan menggunakan cat khusus. Barang-barang gerabah biasanya berupa asbak, patung, tempat lilin, tempat tisu, piring, mangkuk, dan berbagai macam miniatur.

Ciri Khas Kerajinan Tasikmalaya

Ciri Khas Kerajinan Tasikmalaya

Pernahkah Anda berkunjung ke Tasikmalaya, kota kecil di bagian selatan Propinsi Jawa Barat? Tasikmalaya memiliki banyak potensi yang menarik bagi wisatawan, salah satunya dalam hal kerajinan. Siapa pun yang berkunjung ke kota tersebut tidak akan kesulitan mencari oleh-oleh karena banyaknya pilihan kerajinan Tasikmalaya yang khas.
Anyaman Mendong
Tahukah Anda bahwa tanaman mendong, yaitu sejenis rerumputan berbatang kuat, bisa dijalin membentuk aneka barang, seperti tikar, keranjang, tas, kotak-kotak, dan sebagainya. Kerajinan ini kemudian menjadi salah satu ciri khas Tasikmalaya.
Anyaman mendong umumnya dikerjakan oleh perajin rumahan yang diawasi oleh pemborong. Benda-benda kerajinan dari bahan mendong bisa diberi celupan cat warna-warni seperti hijau, hitam, merah muda, dan lain-lain.
Daerah penghasil kerajinan mendong di Tasikmalaya berada di Kecamatan Tamansari, Purbaratu, Cibeureum, dan Indihiang. Bahan baku mendong dipenuhi oleh warga sekitar sentra kerajinan dan ditambah dengan suplai dari beberapa wilayah di Jawa Tengah.
Anyaman Bambu
Aneka ragam benda kerajinan dari anyaman bambu khas Tasikmalaya telah dikenal oleh masyarakat Jawa Barat maupun wilayah-wilayah lain di Indonesia, bahkan mancanegara.
Pusat penjualannya di Rajapolah merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Tasikmalaya. Wisatawan maupun penduduk lokal selalu antusias setiap kali mengunjungi toko-toko di sana.
Produk-produk anyaman bambu yang banyak diminati adalah sandal-sandal cantik beraneka model, tas-tas indah yang berwarna-warni dan diberi aksesori, kotak-kotak seserahan untuk keperluan lamaran, macam-macam keranjang atau wadah, dan lain-lain.
Kelom Geulis
Selain sandal-sandal anyaman khas Rajapolah, ada lagi produk alas kaki Tasikmalaya yang sangat khas, yaitu kelom geulis. Kelom adalah sandal yang terbuat dari kayu, sementara geulis berarti cantik. Jadi, kelom geulis adalah sandal-sandal kayu yang cantik.
Kelom geulis dibuat dari kayu Damar atau Albasiyyah. Industri pembuatan kelom telah ditekuni masyarakat Kecamatan Cibeureum dan Gobras sejak puluhan tahun lalu. Di tahun delapan puluhan, produk kelom geulis bahkan pernah menjadi salah satu komoditas ekspor yang menguntungkan.
Keunikan kelom geulis terletak pada materialnya yang hampir keseluruhan terbuat dari kayu, jadi jika dibawa berjalan cukup berat dan menimbulkan suara khas. Kelom geulis biasa dihias dengan aplikasi kain, bunga-bunga plastik atau karet, dan ukiran.
Meubeul Kayu
Bukan hanya Jepara yang tersohor dengan produk mebel, Tasikmalaya juga cukup unggul berkat ketekunan masyarakat perajin mebel kayu yang menghasilkan produk-produk berkualitas.
Meski bahan bakunya tidak banyak menggunakan kayu jati, tetapi mebel Tasikmalaya memiliki nilai estetika yang baik dan pengerjaannya cukup rapi.
Perajin mebel kayu di Kecamatan Cibeureum dan daerah Sindang Galih ini membuat aneka macam perabotan rumah, seperti ranjang, lemari pakaian, lemari pajangan, kursi-kursi, meja-meja, dan sebagainya.
Payung Geulis
Payung geulis adalah kerajinan yang sangat lekat dengan sejarah Tasikmalaya sejak zaman dahulu. Oleh karena itu, payung geulis disertakan sebagai salah satu bagian dari maskot Kota Tasikmalaya.
Payung geulis dibuat dari bahan-bahan sederhana. Batang dan kerangkanya menggunakan bambu dan kayu halus, sementara penutupnya adalah kertas yang dicat dan dilukis dengan tangan oleh perajin yang ahli. Setelah dilukis, payung kemudian dijemur hingga kering di bawah sinar matahari.
Kerajinan yang berpusat di daerah Indihiang ini mulai punah karena kurangnya minat generasi muda untuk meneruskan usaha pembuatannya. Selain itu, penggunaan payung geulis hanya terbatas pada upacara adat atau sebagai aksesoris. Anda bisa memasang payung cantik ini sebagai hiasan rumah atau menggunakannya sebagai pelindung dari sengatan matahari.

Pembuatan Tas Partai Besar Kerajinan Rajapolah

This slideshow requires JavaScript.

Pembuatan Tas Partai Besar Kerajinan Rajapolah

Rajapolah dengan banyak berbagai macam kerajinan tangan yang yang khas, murah, lengkap dsb.

Hiasi rumah anda dengan berbagai barang alamiah seperti hiasan dari kerajinan tangan Rajapolah ini

Beri lah buah tangan orang yang anda kasihi dengan produk-produk ini

Bila ada yang berminat yang membeli kerajinan tangan rajapolah yang berada di kota tasikmalaya yang sangat banyak ragam nya dan harga bisa nego dan untuk partai besar kami dapat membuat sesuai pesanan yang anda inginkan dan juga kami menerima pemesanan barang baku untuk membat kerajinan seperti halnya rotan ,tersedia pula produk-produk setengah jadi .

Anda bisa hubungi ke :

No hp : 085222308405

Blog kami :http://ragamhandicraftrajapolah.wordpress.com

Facebook : facebook.com/kerajinan.rajapolah

bordir, kerajinan, kerajinan tangan, rajapolah, tasikmalaya,kerajinan tangan khas rajapolah,dawagung,cirangkong,rotan,pandan,mendong,bahan baku kerajinan,produk kerajinan,2012,khas rajapolah,jual kerajinan rajapolah,termurah kerajinan

Kab Tasikmalaya – Kabupaten Kerajinan Tangan

Kab Tasikmalaya – Kabupaten Kerajinan Tangan
Mungkin Anda memiliki tas dari bahan anyaman pandan, tempat cucian dari bahan anyaman mendong, tudung saji dari bahan bambu, pakaian dan jilbab bordir, atau barang-barang lain yang berbahan sama. Dari mana Anda membeli barang-barang tersebut? Walaupun Anda membeli di tempat atau kota-kota berbeda, bukan tidak mungkin barang-barang tersebut berasal dari Kab Tasikmalaya. Artikel ini akan membahas seputar Kab Tasikmalaya.
Kreativitas Masyarakat Kab Tasikmalaya
Sejak dulu, masyarakat Kab Tasikmalaya dikenal sebagai masyarakat kreatif memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia, khususnya bahan alam, untuk membuat barang-barang kerajinan tangan yang inovatif.
Di antaranya, kerajinan tangan dari anyaman pandan, anyaman bambu, bahan mendong, dan pakaian atau jilbab bordir. Bahkan, sejak beberapa tahun lalu, dikembangkan pula kerajinan tangan dari bahan eceng gondok, pohon pisang, dan lidi dari daun kelapa di Kab Tasikmalaya.
Bahan-bahan tersebut harus diolah melalui beberapa tahap agar dapat dibuat kerajinan tangan. Butuh kesabaran dan keuletan dalam melaksanakan setiap tahap tersebut. Oleh karena itu, tidak heran jika kerajinan tangan sangat berkembang di Kab Tasikmalaya yang masyarakatnya terkenal sebagai masyarakat ulet dan tidak malas berusaha.
Sentra Kerajinan Tangan di Kab Tasikmalaya
Kab Tasikmalaya, yang sejak 9 Agustus 2010 resmi berpindah ibukota ke Singaparna, memiliki banyak sentra kerajinan tangan. Memang telah terjadi pemekaran Kab Tasikmalaya menjadi dua wilayah, yaitu kota Tasikmalaya dan kabupaten Tasikmalaya atau Kab Tasikmalaya berdasarkan PP No. 30 tahun 2004.
Namun, hal tersebut tidak menjadikan Kab Tasikmalaya kehilangan sentra-sentra industri kerajinan tangan yang sangat potensial dalam pendapatan daerah Kab Tasikmalaya.
Adapun sentra-sentra kerajinan tangan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Anyaman pandan: Kecamatan Rajapolah, Cibalong, Cikalong, Cipatujah.
2. Anyaman mendong: Kecamatan Cibeureum, Manonjaya, Salopa, Cineam.
3. Anyaman bambu: Kecamatan Kawalu, Leuwisari, Indihiang, Cisayong, Salawu, Singaparna.
4. Bordir: Kawalu, Cikalong, Sukaraja, Cikatomas, Cibeureum, Salopa, Cipatujah, Cipedes, Leuwisari, Sodonghilir, Karangnunggal.
Anda dapat mengunjungi sentra-sentra kerajinan tangan tersebut untuk melihat dan memperhatikan keuletan masyarakat Kab Tasikmalaya dalam membuat berbagai kerajinan tangan. Hal tersebut banyak dilakukan oleh para mahasiswa dan turis mancanegara.
Selain itu, Anda pun dapat berbelanja langsung atau order ke para perajin setempat, terutama dalam jumlah besar dengan harga yang lebih murah. Jika ingin praktis untuk mendapatkan seluruh barang kerajinan tangan tanpa harus mengunjungi setiap kecamatan, Anda cukup mengunjungi Rajapolah.
Kab Tasikmalaya – Rajapolah
Rajapolah merupakan tempat yang secara resmi dijadikan sebagai sentra penjualan kerajinan tangan di Kab Tasikmalaya. Kerajinan-kerajinan tangan yang dibuat di berbagai kecamatan di Kab Tasikmalaya, dijual di Rajapolah.
Di sana, Anda dapat berbelanja barang kerajinan tangan berbahan anyaman pandan, bambu, mendong, eceng gondok, pohon pisang, lidi, dan lain-lain. Barangnya pun beraneka ragam. Ada hiasan lampu, topi, tempat cucian, tempat koran, berbagai jenis tas, hiasan rumah, tikar, dan lain-lain.
Semuanya tersedia di toko-toko yang berjejer di samping kiri dan kanan Jalan Raya Rajapolah. Tidak perlu sungkan untuk menawar harga barang sehingga Anda akan memperoleh kerajinan tangan yang diinginkan dengan harga murah.
Tempat ini mudah dijangkau oleh kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Contohnya, dari Bandung dapat ditempuh dengan menggunakan bus cepat AC dengan ongkos Rp25.000,00 atau elf Rp15.000,00 dengan waktu sekitar 2-3 jam.
Tempat ini pun biasa menjadi tempat persinggahan para wisatawan yang pulang dari Pangandaran atau para pemudik pada saat lebaran. Oleh karena itu, saat-saat liburan atau musim arus mudik, tempat ini menjadi macet oleh para wisatawan atau pemudik yang ingin membeli oleh-oleh kerajinan tangan.
Potensi Kerajinan Tangan di Kab Tasikmalaya
Kemungkinan besar, Kab Tasikmalaya akan tetap potensial sebagai kabupaten para perajin kerajinan tangan. Kenyataan itu didorong oleh semakin meningkatnya permintaan kerajinan tangan dari berbagai wilayah Indonesia, di antaranya Yogyakarta dan Bali serta mancanegara.
Sayangnya, di Bali atau Yogyakarta, para wisatawan mengenal berbagai kerajinan tangan yang dijual di sana merupakan produk Bali atau Yogyakarta yang dijual lebih mahal. Padahal, sejatinya banyak di antara kerajinan-kerajinan itu merupakan produk made in Kab Tasikmalaya.
Contohnya, payung-payung kertas yang dibuat di Kab Tasikmalaya setengah jadi. Kemudian, dikirim ke Bali dan diselesaikan menggunakan corak khas Bali. Namun, ada juga jenis-jenis kerajinan tangan yang dibuat utuh di Kab Tasikmalaya, tetapi dibubuhi cap Bali.
Kerajinan tangan Kab Tasikmalaya merupakan produk berkualitas nomor satu. Oleh karena itu, kerajinan tangan Kab Tasikmalaya dapat memenuhi tuntutan pasar ekspor yang menginginkan barang berkualitas dan rapi.
Saat ini, para eksportir dari Jakarta dan kota-kota lainnya telah mampu mengekspor kerajinan tangan Kab Tasikmalaya ke Singapura, Malaysia, Jepang, Eropa, dan lain-lain.
Pariwisata di Kab Tasikmalaya
1. Kampung Naga
Kampung Naga adalah salah satu tempat wisata di Kab Tasikmalaya. Kampung Naga berberntuk perkampungan dan dihuni oleh sekelompok orang yang sangat berpegang teguh pada adat istiadat peniggalan nenek moyangnya, yaitu adat Sunda. Sama seperti perkampungan Badui, Kampung Naga pun menjadi objek kajian antropologi tentang kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari Hindu ke Islam di Jawa Barat.
Menurut data dari pemerintah Kab Tasikmalaya, Kampung Naga memiliki bentuk permukaan tanah seperti perbukitan dan produktivitasnya cukup subur. Sementara itu, luas Kampung Naga yang terletak di Kab Tasikmalaya ini adalah 1,5 hektar. Sebagian besar dipakai untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan sisanya untuk pertanian sawah yang dipanen sebanyak dua kali dalam setahun.
Kampung Naga berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kab Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasinya tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan Kota Garut dengan Kota Tasikmalaya. Untuk mencapai Kampung Naga dari arah jalan Garut-Tasikmalaya, kita harus menuruni tangga dengan kemiringan 45 derajat dan jarak sekitar 500 meter (sengked) sampai ke pinggir Sungai Ciwulan. Setelah itu, berjalan melewati jalan setapak menyusuri Sungai Ciwulan sampai ke dalam Kampung Naga
2. Gunung Galunggung
Selain Kampung Naga, tempat wisata yang tak kalah menariknya di Kab Tasiklmalaya adalah Gunung Galunggung. Gunung ini adalah gunung berapi dengan tinggi sekitar 2.167 meter di atas permukaan laut dan berada di Kab Tasikmalaya, tepatnya sekitar 17km dari pusat Kota Tasikmalaya. Objek wisata yang ada di sini adalah kawah hasil letusan gunung dan pemandian air panas (Cipanas) yang dilengkapi dengan kolam renang, kamar mandi, dan bak rendam air panas.
Sebagian besar pengunjung objek wisata Galunggung di Kab Tasikmalaya adalah wisatawan lokal, sedangkan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sini sebanyak 100 orang per tahun. Potensi Gunung Galunggung di Kab Tasikmalaya yang sangat besar sebagai tempat wisata, membuatnya berpeluang dijual kepada wisatawan mancanegara. Sayaratnya adalah harus dikemas lagi sehingga menjadi paket wisata profesional.
Itulah beberapa keunikan yang dimiliki oleh Kabupaten Tasikmalaya, mulai kerajinan sampai berbagai tempat wisata unggulan. Jadi, segera nikmati berbagai keunikan Kab Tasikmalaya.

SENDAL KERAJINAN RAJAPOLAH-TASIKMALAYA

This slideshow requires JavaScript.

Rajapolah dengan banyak berbagai macam kerajinan tangan yang yang khas, murah, lengkap dsb.

Hiasi rumah anda dengan berbagai barang alamiah seperti hiasan dari kerajinan tangan Rajapolah ini

Beri lah buah tangan orang yang anda kasihi dengan produk-produk ini

Bila ada yang berminat yang membeli kerajinan tangan rajapolah yang berada di kota tasikmalaya yang sangat banyak ragam nya dan harga bisa nego dan untuk partai besar kami dapat membuat sesuai pesanan yang anda inginkan dan juga kami menerima pemesanan barang baku untuk membat kerajinan seperti halnya rotan ,tersedia pula produk-produk setengah jadi .

Anda bisa hubungi ke :

No hp : 085222308405

Blog kami :http://ragamhandicraftrajapolah.wordpress.com

Facebook : facebook.com/kerajinan.rajapolah

Previous Older Entries Next Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: