KERANJANG BAMBU KERAJINAN RAJAPOLAH

Rajapolah dengan banyak berbagai macam kerajinan tangan yang yang khas, murah, lengkap dsb.

Hiasi rumah anda dengan berbagai barang alamiah seperti hiasan dari kerajinan tangan Rajapolah ini

Beri lah buah tangan orang yang anda kasihi dengan produk-produk ini

Bila ada yang berminat yang membeli kerajinan tangan rajapolah yang berada di kota tasikmalaya yang sangat banyak ragam nya dan harga bisa nego dan untuk partai besar kami dapat membuat sesuai pesanan yang anda inginkan dan juga kami menerima pemesanan barang baku untuk membat kerajinan seperti halnya rotan ,tersedia pula produk-produk setengah jadi .

Anda bisa hubungi ke :

No hp : 085222308405

Hario Abrianto

Blog kami :http://ragamhandicraftrajapolah.wordpress.com

Facebook : facebook.com/kerajinan.rajapolah

bordir, kerajinan, kerajinan tangan, rajapolah, tasikmalaya,kerajinan tangan khas rajapolah,dawagung,cirangkong,rotan,pandan,mendong,bahan baku kerajinan,produk kerajinan,2012,khas rajapolah,jual kerajinan rajapolah,termurah kerajinan

Kerajinan Bok Rajapolah

This slideshow requires JavaScript.

:D

Rajapolah dengan banyak berbagai macam kerajinan tangan yang yang khas, murah, lengkap dsb.

Hiasi rumah anda dengan berbagai barang alamiah seperti hiasan dari kerajinan tangan Rajapolah ini

Beri lah buah tangan orang yang anda kasihi dengan produk-produk ini

Bila ada yang berminat yang membeli kerajinan tangan rajapolah yang berada di kota tasikmalaya yang sangat banyak ragam nya dan harga bisa nego dan untuk partai besar kami dapat membuat sesuai pesanan yang anda inginkan dan juga kami menerima pemesanan barang baku untuk membat kerajinan seperti halnya rotan ,tersedia pula produk-produk setengah jadi .

Anda bisa hubungi ke :

No hp : 085222308405

Hario Abrianto

Blog kami :http://ragamhandicraftrajapolah.wordpress.com

Facebook : facebook.com/kerajinan.rajapolah

bordir, kerajinan, kerajinan tangan, rajapolah, tasikmalaya,kerajinan tangan khas rajapolah,dawagung,cirangkong,rotan,pandan,mendong,bahan baku kerajinan,produk kerajinan,2012,khas rajapolah,jual kerajinan rajapolah,termurah kerajinan

Sejarah Tasikmalaya Bagian II

Sebelum ibukota Kabupaten Sukapura berkedudukan di Tasikmalaya, kota ini merupakan sebuah afdeeling yang diperintah oleh seorang Patih Lurah (Zelfstandige Patih). Waktu itu namanya Tawang atau Galunggung. Sering juga penyebutannya disatukan menjadi Tawang-Galunggung. Tawang sama dengan “sawah” artinya tempat yang luas terbuka, dalam Bahasa Sunda berarti “palalangon”.

Ada pendapat lain yang menerangkan arti Tasikmalaya, yaitu berasal darikata “tasik” dan “laya”, artinya “keusik ngalayah”, maksudnya banyak pasir di mana-mana, mengingatkan kejadian meletusnya Gunung Galunggung Oktober 1822, yang menyemburkan pasir panas ke arah Kota Tasikmalaya. Keterangan kedua menyebutkan bahwa Tasikmalaya berasal dari kata “Tasik” dan “Malaya”. Tasik dalam bahasa Sunda berarti danau, laut dan Malaya artinya nama deretan pegunungan di Pantai Malabar India.

Menurut Buku Pangeling-ngeling 300 Tahun Ngadegna Kabupaten Sukapura dan keterangan R.Yudawikarta, bahwa Sareupeun Cibuniagung berputera Entol Wiraha yang menikah dengan Nyai Punyai Agung, seorang pewaris dari Negara Sukakerta, dan Entol Wiraha diangkat menjadi Umbul di Sukakerta. Waktu Wirawangsa, putra Entol Wiraha menjadi umbul Sukakerta, Bupati Wedana di Priangan dipegang oleh Dipati Ukur Wangsanata.

Pada tahun 1628/1629 Dipati Ukur mendapat perintah dari Sultan Agung untuk menyerang Batavia bersama-sama tentara Mataram dibawah pimpinan Tumenggung Bahurekso. Dipati Ukur membawa sembilan umbul (Pemimpin Daerah), diantaranya umbul dari Sukakerta, Wirawangsa. Penyerangan yang berakhir dengan kegagalan itu menyebabkan Dipati Ukur dikejar-kejar tentara Mataram. Menurut salah satu versi dari penangkapan Dipati Ukur, yaitu pendapat K.F. Holle; bahwa ada tiga umbul yang ikut dalam penangkapan, yaitu Umbul Sukakerta Ki Wirawangsa, Umbul Cihaurbeuti Ki Astamanggala dan Umbul Sindangkasih Ki Somahita.

Atas jasa-jasanya, ketiganya diangkat menjadi mantri agung di tempatnya masing-masing. Ki Wirawangsa diangkat menjadi Mantri Agung Sukapura dengan gelar Tumenggung Wiradadaha pada tahun 1674. R.Tg. Wiradadaha I yang berjasa dalam mendirikan Kabupaten Sukapura wafat dan dimakamkan di Pasir Baganjing. R.Tg. Wiradadaha I berputra 28 orang dan digantikan oleh putranya yang ketiga, R. Djajamanggala dengan gelar Tumenggung Wiradadaha II, serta dikenal pula sebagai Dalem Tambela yang meninggal pada tahun 1674. Sebagai penggantinya untuk menjadi bupati adalah adiknya, R. Anggadipa, putra keempat R.Tg. Wiradadaha I, karena putra Dalem Tambela yang berjumlah 8 orang belum cukup umur untuk menggantikannya.

Nama R. Anggadipa I setelah menjadi bupati diganti menjadi R.Tg. Wiradadaha III yang memerintah dari tahun 1674 hingga 1723. Pada masa itu kemajuan agama dipentingkan sekali, karena adanya anjuran dari Sjeh Abdul Muhyi di Pamijahan yang menjadi perintis Agama Islam di Kabupaten Sukapura. Dalam memegang pemerintahan, R.Tg. Wiradadaha III dibantu empat orang puteranya yang masing-masing mempunyai pembagian kerja. Adanya pembagian kerja ini membuat R.Tg. Wiradadaha III terkenal sebagai Bupati Sukapura terkaya. Selain itu memiliki putra terbanyak 62 orang, sehingga lebih dikenal dengan nama Dalem Sawidak.

Pada tahun 1900 Bupati Sukapura XII, R.T. Wirahadiningrat yang memerintah dari tahun 1875 hingga 1901 mendapat Bintang Oranye Nasau, dari pemerintah Hindia Belanda yang menjadikan namanya dikenal sebagai Dalem Bintang. Pada tahun itu pula ibukota Sukapura dipindahkan dari Manonjaya ke Tasikmalaya. Adapun yang melaksanakan perpindahan ibukota adalah penggantinya, yaitu R.Tg. Wiriaadiningrat, Bupati Sukapura XIII. Ada beberapa alasan dipindahkannya ibukota Kabupaten Sukapura ke Tasikmalaya, di antaranya karena daerah Tasikmalaya yang lebih dekat ke Galunggung termasuk daerah yang subur sehingga baik untuk penanaman nila, disamping itu daerah kota Tasikmalaya lebih luas, datar dan indah dibandingkan Manonjaya.

Pada tahun 1942, penjajahan Belanda berakhir diganti dengan pemerintahan militer Jepang. Karena adanya peraturan pengumpulan beras dari pemerintahan Jepang, pernah muncul pemberontakan para santri di pasantren Sukamanah yang dipimpin seorang ulama besar, K.H.Z. Mustofa yang dibela Bupati R.T. Wiradiputra.

Inilah sebagaian kecil dari catatan mengenai Sejarah Sukapura atau yang kini lebih dikenal dengan nama Tasikmalaya.

Peta Wisata Kuliner Tasikmalaya

selain dikenal dengan kota santrinya pemerintah kota tasikmalaya mungikn akan di kenal dengan kota sejuta kuliner yang akan siap di jajakan di kota tasikmalaya. peta wisata kuliner tasikmalaya

Pemerintahan Tasikmalaya Zaman Dulu

Sejarah berdirinya Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonomi tidak terlepas dari sejarah berdirinya kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah kabupaten induknya. Maka rangkaian sejarah ini merupakan bagian dari rangakaian perjalanan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sampai terbentuknya Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Galeri – galeri yang mungkin akan mengingatkan kita pada masa itu

foto1 : Nomer 2 ti kanan, eta teh R. A. A. Wiratanuningrat (Bupati Tasikmalaya (1908-1938). Urang Walanda anu ti palih kiri, eta Gubernur Jenderal atanapi Residen Priangan. Tapi, ti taun 1926-1931, Kota Tasik janten ibu kota Keresidenan Priangan Timur. Tiasa janten ti ka-ki: Residen Priangan Timur, Kangjeng Dalem, Gubernur Jenderal, Patih, sareng Wedana Tasik.

foto2 : De bekendste Assistent-Resident uit de schone letteren is natuurlijk Max Havelaar, Assistent-Resident te Lebak, Residentie Bantam. Eduard Douwes Dekker, schrijvend onder het pseudoniem Multatuli, trad zelf in 1856 aan als Assistent-Resident van Lebak. De Assistent-Resident stond rechtstreeks onder de Resident en was doorgaans gevestigd in een ander Regentschap dan de laatste, vaak meer afgelegen dan de zetel van de Resident. Ook hij had, als hoogste Europese ambtenaar ter plaatse, in zijn eigen ressort veel te vertellen. Hij moest zich echter opstellen als de ‘oudere broeder’ van de Regent, wat weliswaar een zekere gezagsverhouding impliceerde, maar allerminst een ondubbelzinnig gezag. (P. Boomgaard, 2001). Het kantoor van de assistent-resident in Tasikmalaja
Sumber : Collectie Tropenmuseum
Date : 1900-1921
foto 3: Afdelingsvergadering te Tasikmalaja (Skrg Bagian Majelis Tasikmalaya DPRD)
Sumber : Collection Tropenmuseum
foto 4 : Bupati RA Wirahadiningrat dan Raden Ayu didepan rumahnya di Manonjaya 1890 Intocht van de gouverneur tijdens jubileumfeesten in Tasikmalaja 1925 English: The entry of the governor at anniversary celebrations in Tasikmalaya, 1925 Penyambutan Gubernur di Tasikmalaya tahun 1925 Source : Collection Tropenmuseum Author : G.F.J. (Georg Friedrich
foto 5 :Politiebureau te Tasikmalaya, 1920 (Kantor Polisi Tasikmalaya)
foto 6: Kantor tetap pertama Koperasi Mitra Batik yang bersejarah, Jalan Ciawi 17. Kantor ini merupakan kantor permanen yang sangat bersejarah karena dari sinilah pengurus bersama-sama anggota dan karyawan menggerakan KMB sehingga menjadi KOPERASINYA TUKANG BATIK yang besar pada tahun 1940-1950-an. Pada foto ini Enie, Dion, pengurus, karyawan dan anggota sedang berfoto. Bangunan gedung sudah tidak ada dan lokasinya dekat Jl. Panglayungan III, menjorok kebelakang disebelah kiri toko komputer Hazet.
foto7 :Kantor Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya (PKKT) tahun 1950. Letaknya diantara 2 jalan, yaitu Jalan Kabupaten No. 11 dan Jalan Pasundan I No. 21-B.
foto8 :De woning van de Regent in Tasikmalaja 1925 (Pendopo & Rumah Bupati Tahun 1925) Sumber : Collectie Tropenmuseum Author : G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley
foto 9 :Huis van de familie Oosthout vermoedelijk te Tasikmalaja, 1924 (sekarang Pendopo) Sumber : Collection Oosthout, G.K.J.A.

Benarkah Replika Menara Effiel Dulunya Ada Di Tasikmalaya?

Anda tentu tahu menara Eiffel di Perancis yang dibuat Gustave Eiffel tahun 1889 dari konstruksi besi dan tingginya 320 meter? Menara yg terkenal itu sampai skrg menjadi inspirasi bagi orang2 untuk menirunya, baik dlm bentuk model, miniatur, suvenir, dan bahkan replika-nya. Replika di Tianducheng Shanghai Cina tingginya 108 meter.Tasikmalaya mungkin merupakan kota pertama di dunia yg membuat replika-nya dari bahan non-metal kira-kira 2 tahun stlh berdirinya menara Eiffel asli. Replika menara Eifel dibuat di Tasikmalaya dibuat dari bambu dalam rangka perayaan penobatan Ratu Belanda Wihelmina tahun 1898. dirancang dan dilaksanakan oleh inspektur Air AH van Bebber di Pendopo Tasikmalaya. Dari foto tsb dgn melihat perbandingan tinggi manusia dan menara, kemungkinan tingginya sekitar 40-50 meter. Letak pembangunannya tidak jelas, apakah di alun-alun depan pendopo atau dimana. Replika menara Eiffel bambu Tasikmalaya jauh lebih tinggi dari replika menara Eiffel bambu yg dibuat di Erasmusburg Rotterdam Negeri Belanda April 2008 yg tingginya hanya 15 meter.

Perajin Batik Tulis Sukaraja Tasikmalaya Tersisa 11 Orang

Tasikmalaya, Perajin batik tulis di Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sudah mulai menyusut dan perajin aktif membuat batik tulis yang tersisa saat ini hanya 11 orang.

“Sekarang, jumlah perajin batik tulis di Sukaraja yang masih rajin membuat tinggal 11 orang,” kata Dedi, salah seorang sesepuh perajin batik Sukaraja, di Tasikmalaya, kemarin.

Dia mengatakan, keberadaan Batik Sukaraja masih bertahan memproduksi, meskipun hanya dilakukan perajin yang sudah tergolong memasuki lanjut usia.

Menurut dia, kalangan remaja atau anak muda yang berminat untuk menekuni Batik Tulis Sukaraja khas Kabupaten Tasikmalaya terlihat kurang.

“Ya kalangan remaja masih kurang untuk serius belajar membatik, makanya sekarang hanya beberapa orang saja yang masih membuat batik,” katanya.

Pada beberapa tahun silam, para perajin Batik Sukaraja mencapai lebih dari 40 orang, namun seiring berkembangnya zaman mulai mengalami penurunan hingga diperkirakan tersisa 11 orang. Hal itu, katanya, juga disebabkan anak dan cucu dari para perajin batik yang lebih cenderung memilih bekerja di luar kota atau menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di pemerintahan.

“Sebagian generasi penerusnya pada bekerja menjadi PNS, jadi sekarang jarang ada anak muda yang mau membatik,” kata pejuang Batik Sukaraja itu.

Padahal, katanya, Batik Sukaraja sudah cukup terkenal di berbagai daerah, bahkan pemasarannya sudah cukup luas dari dalam kota hingga ke luar kota dan bahkan luar pulau.Batik Sukaraja memiliki ciri khas dan corak yang berbeda dibandingkan dengan batik lain yang memiliki warna gelap identik dengan warna hitam dan coklat.

Selain itu, proses pembuatan Batik Sukaraja masih tradisional atau dibuat dengan tangan-tangan perajin yang terampil dengan harga jual relatif murah mulai dari Rp.400 ribu.

“Batik Sukaraja coraknya lebih gelap dibandingkan dengan batik-batik lain. Proses pengerjaannya pun masih tradisional,” katanya.*

Previous Older Entries Next Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 35 other followers

%d bloggers like this: