Industri Kerajinan Rakyat

Pada tahun 1970-an industrialisasi mulai berkembang di Indonesia dimana peran serta dan partisipasi dunia usaha memegang peranan sangat penting. Kondisi tersebut sangat didukung oleh pemerintah dengan harapan dapat mencapai peningkatan perekonomian nasional. Koperasi dan usaha kecil menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian serius karena bidang ini dapat menjadi salah satu pemacu pertumbuhan perekonomian di masa mendatang dengan pengembangan sentra industri kerajinan rakyat sebagai salah satu program unggulan.

Di Indonesia terdapat berbagai macam jenis Industri Kerajinan Rakyat dalam jumlah yang sangat banyak yang tersebar di pelosok desa dan masing-masing berkembang menurut kondisi lingkungan dan budaya setempat. Pada umumnya masyarakat desa bermata pencaharian sebagai petani, sedangkan sebagai penghasilan sampingan salah satunya adalah berkarya sebagai perajin. Tidak sedikit Sentra Industri Kerajinan Rakyat yang mengalami kemajuan dalam usahanya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Mutu suatu produk sangat ditentukan oleh nilai-nilai yang terkandung dalam desainnya. Disebutkan oleh Prof. Widagdo dalam bukunya Desain dan Kebudayaan tentang Desain Indonesia di masa industrialisasi yaitu, usaha menjadikan Desain sebagai aset nasional yang dapat memainkan peran ganda sebagai jembatan kultural antara masa lalu dan masa depan Indonesia menjadi faktor ekonomi nasional dengan membuat produk-produk yang berkualitas dan mampu bersaing sejak tahun 1970 sudah didengungkan oleh kalangan desainer dan perguruan tinggi, berbagai kegiatan yang tujuannya untuk meningkatkan apresiasi desain pada masyarkat Indonesia telah dijalankan, workshop, pameran, seminar1. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan desain di Indonesia adalah masih sangat kurangnya apresiasi desain dari kalangan produsen, dalam hal ini pengusaha kecil, dimana hanya sebagian kecil saja dari mereka yang merasa membutuhkan desain atau inovasi produk baru, karena bagi mereka menjiplak dan meniru desain dari luar negeri lebih menguntungkan. Di sinilah tanggung jawab desainer dan akademisi desain yang bersifat ideal dan praktis, yaitu tanggung jawab sosio-kultur di satu sisi dan tanggung jawab profesional. Indonesia negara dengan penduduk lebih dari 200 juta dengan potensi dan prospek untuk
dikembangkan, dan Desain dapat berperan banyak dalam pembangunan Nasional. Salah satu sentra industri yang berhasil mengembangkan usahanya dan mencapai pasar ekspor adalah sentra industri kerajinan anyaman pandan di kecamatan Rajapolah, kabupaten Tasikmalaya. Keunikan dan kekhasan bahan baku alam berupa pandan dan kekhasan teknik pembuatannya yaitu teknik dasar menganyam, para perajin berhasil memproduksi berbagai jenis produk anyaman yang memiliki nilai guna dan estetis. Walau demikian keberhasilan tersebut harus ditunjang dengan suatu usaha pengembangan produk guna mengantisipasi persaingan mutu dari perajin negara tetangga. Uraian di atas menjadi alasan utama dan latar belakang penulis dalam melakukan penelitian lebih lanjut, yaitu penelitian tentang berbagai kemungkinan pengembangan desain untuk mendapatkan difersifikasi produk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: