Kerajinan Bordir Tasikmalaya Kembangkan Pembinaan Kelompok

Sebagai upaya meningkatkan usaha mikro, kecil dan menengah, Pemerintah memberikan perhatian yang serius terhadap perkembangan sector usaha ini. Hal ini nampak dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2011 di Kota Tasikmalaya. Dalam kegiatan safari ramadhan di kota ini, direncanakan Presiden akan mengunjungi salah satu tempat pusat usaha kerajinan bordir Haryati yang berlokasi di Jalan Air Tanjung No 81.

Industri kerajinan bordir di kota Tasikmalaya sudah dikenal dan dirintis sekitar tahun 1925 dan telah berperan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat , disamping pekerjaannya sebagai petani. Perintis kerajinan border Tasikmalaya adalah Ibu Umayah dari Desa Tanjung Kawalu. Sebelumnya Ibu Umayah pernah belajar kepada seorang keturunan tionghoa yang bernama Lie Juki.

Dalam kurun waktu 50 tahun, Industri kerajinan bordir semakin berkembang. Awalnya kerajinan border ini hanya untuk memenuhi kebutuhan pakaian wanita, kemudian berkembang memproduksi rok, kebaya encim.

Perkembangan kerajinan bordir ini berperan dalam meningkatkan perekonomian Tasikmalaya, seperti berdampak pada penyerapan tenaga kerja terutama di kawasan di sekitar Kawalu. Secara nasional indikasi perkembangan usaha kerajinan bordir Tasikmalaya berkembang dan menjadi contoh daerah lain, ditandai dengan makin banyaknya minat provinsi lain untuk melaksanakan kegiatan pelatihan dan magang di pusat industry kerajian bordir kawalu di sini.

Salah satu usaha bordir ini adalah usaha bordir Haryati, yang didirikan oleh Hj. Ai Haryati di Desa Cilamajang Tasikmalaya tahun 1968. Untuk mengembangkan dan memperluas usahanya, pada tahun 1973 Haryati mendapatkan bantuan permodalan berupa kredit dari salah satu perbankan nasional. Dari penambahan modal ini pada akhirnya usahanya berkembang yang seperti saat ini.

Pada tahun 1984 – 1992 Haryati Bordir berkonsentrasi pada penguatan pasar dalam negeri dengan memanfaatkan promosi di tingkat regional nasional seperti di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Pada tahun 1994, Haryati Bordir mendapat bantuan modal dari Perhutani serta mendapatkan fasilitas promosi hingga saat ini.

Pengembangan usaha Haryati Bordir mengarah pada peningkatan pola pembinaan dan pengembangan kemitraan dengan kelompok usaha kecil kerajinan di kota Tasikmalaya. Program kemitraan yang dilakukan usaha Bordir Hayati merupakan hasil pembinaan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Saat ini Haryati Bordir membina 110 kelompok, dimana setiap kelompok beranggotakan 5 sampai dengan 10 orang, dan menyerap 1.035 tenaga kerja.

Berbagai penghargaan telah didapat oleh Haryati Bordir, mulai penghargaan di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional. (AK, Kun, DKP).

http://ekonomi.kompasiana.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: