Beberapa Bantuan Pemerintah Bidang Pertanian di Desa Dawagung Rajapolah Tasikmalaya Terkesan Mubazir

Tasikmalaya, Duta Priangan – Ini salah satu potret penghamburan uang rakyat yang nota bene bantuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun dimana salahnya, apakah pihak perencana program yang kurang memahami kondisi sesuai keinginan penerima manfaat, atau pihak pelaksana teknis program yang mengerjakannya asal jadi tanpa memperhatikan masalah kedepan yang penting besar keuntungan, atau bisa jadi sikap dan prilaku para penerima manfaat setelah sadar pihaknya telah dijadikan objek pemain profosal, dan banyak lagi kemungkinan yang diungkapkan berbagai kalangan, yang pasti benda mati yang bernilai puluhan juta ini hanya sebuah juntrungan kemubaziran program yang akhirnya menjadi cemoohan warga masyarakat sekitar, kecuali mereka yang diduga kuat telah banyak mencicipi kenikmatan dari program bantuan pemerintah bidang pertanian ini. Dua item bantuan dimaksud adalah 3 unit Sumur Dangkal yang terletak 1 unit di Kp. Dawajaya dan 2 unit di Kp. Cirangkong, serta 1 unit bangunan Lumbung Padi di Kp. Nagrog yang pengelolaannya dibawah Gapoktan Tni Mukti Desa Dawagung Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.

Bangunan Sumur Dangkal yang terletak KWT Rahayu Kp. Cirangkong dimaksud hingga kini tak ubahnya bangunan pembakaran sampah. Padahal, proyek bantuan yang menyedot anggaran puluhan juta uang rakyat ini tidak sama sekali memberikan manfaat sebagaimana diharapkan dari maksud dan tujuan program dimaksud. Menurut warga sekitar, sumur yang memang sangat diharapkan untuk menanggulangi krisis air di sekitar 6 ha areal lahan pertanian tersebut sejak awal tidak pernah berfungsi, hal ini diduga ada penyimpangan spesifikasi teknis. Pasalnya dua proyek sumur yang dibangun dihamparan yang sama, dua-duanya tidak berfungsi.

“Oh, iya. Dua sumur itu sejak awal tidak pernah berfungsi. Entah kenapa kami kurang faham hal itu, yang pasti bukankah bantuan sumur tersebut untuk mengatasi masalah air ketika terjadi krisis. Yah, kalo dimusim penghujan sumur tersebut ada airnya, ketika kami kesitan air sumurpun kering, apa artinya dibuatkan sumur itu. Karena kalau musim hujan kebun atau lahan pertanian wargai pun tidak membutuhkan air sumur, warga butuh ketika kemarau datang” ujar salah seorang tokoh warga disana

1 Comment (+add yours?)

  1. Warga sembiring
    May 07, 2012 @ 09:23:04

    Di desa kami desa gurukinayan, dana puap yang diterima melalui gapoktan pengalokasianya juga tidak seperti yang rencanakan. Dana tersebut hanya di dikmati beberapa orang saja. Tujuan bantuan sebenarnya bagus, namun oknum yang di desa yang perlu dibersihkan. Terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: