Mak Encuh Jualan Lotek Sejak Zaman Belanda

Usia Lebih 100 Tahun
Terungkap Lewat Sensus Penduduk

Sebanyak 22 orang warga Kabupaten Tasikmalaya mengaku usianya lebih dari seratus tahun. Jumlah tersebut hasil sensus penduduk tahun 2010 yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS) setempat.

Dari 22 orang yang sudah berusaha lebih satu abad itu, BPS telah melakukan verifikasi terhadap empat orang. Di antaranya dua orang di Kecamatan Cikatomas, satu di Rajapolah dan satu orang di Padakembang.

Verifikasi usia langsung dilakukan Kepala BPS Jawa Barat, Lukman Ismail. Didampingi Instruktur Utama Sensus, Endang Suteja, Kepala BPS Kabupaten Tasikmalaya, Rasman Subagyo juga rombongan lain 12 Mei silam.

Warga yang diverifikasi Ny. Karliah (119) di Kampung Cikatomas, Desa Cogreg dan terakhir ke Ny. Minah (120) di Kampung Cipondok, Cogreg. Warga lainnya yang diverifikasi adalah Marsudin (135) warga Kampung Gunungputri, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang.

Munculnya laporan orang di atas seratus tahun setelah beberapa petugas sensus di lapangan kebingungan mengisi formulir yang disediakan BPS. Dalam formulir tempat yang disediakan BPS untuk menentukan usia hanya dua kolom, sedangkan usia warga lebih dari dua angka karena usianya di atas seratus tahun, tidak ada.

Kepala BPS Tasikmalaya, Rasman Subagio mengatakan setelah adanya laporan dari petugas sensus di lapangan, pihaknya langsung melapor kepada BPS Jawa Barat.

“Kepala BPS Jawa Barat langsung mengajak kami untuk melakukan verifikasi bersama ke warga yang usianya di atas seratus tahun,” katanya.

Kepala BPS Jawa Barat, Lukman Ismail menuturkan, pihaknya tertarik dengan warga yang bisa berusia di atas seratus tahun. Di Jawa Barat, dari hasil sensus ternyata cukup banyak. Tersebar di Tasikmalaya, Sukabumi, Garut, Banjar, Kuningan juga daerah lain. BPS Jawa Barat menginstruksikan BPS daerah mendata warga yang usianya di atas seratus tahun secara terpisah.

Bagian Statistik Sosial BPS Tasikmalaya, Deden Darwin menuturkan, hingga akhir Mei 2010, warga di atas seratus tahun sebanyak 22 orang. “Usia mereka nantinya diverifikasi lagi oleh BPS Jawa Barat untuk keakuratan usianya,” kata Deden.

**

Kepala BPS Jawa Barat Lukman Ismail menuturkan, kebanyakan warga yang mengaku usianya di atas seratus tahun ternyata minim data autentik. Pihaknya berupaya agar data yang diperoleh bisa akurat. Salah satu cara melalui persamaan suatu peristiwa penting yang terjadi di Indonesia.

“Ada yang dikaitkan peristiwa menikahnya Ratu Wilhelmina (pada tahun 1901-red.),” katanya.

Ismail mengatakan, warga yang usianya di atas seratus tahun akan diverifikasi kembali untuk dipilih mana yang paling tua. Selanjutnya akan di bawa ke Istana Negara Jakarta.

Di tingkat nasional juga akan melakukan penjaringan kembali siapa yang paling tua secara nasional. Orang itu akan diusulkan menerima penghargaan khusus dari presiden.

“Juga bisa diajukan untuk manusia tertua di dunia dan dicatat dalam Guiness Book of Record. Mudah-mudahan yang bisa masuk catatan rekor tersebut dari Jawa Barat,” katanya.

Tokoh masyarakat Tasikmalaya Djadja Wiranatakusumah mengimbau pemerintah agar warga yang usianya di atas seratus tahun mendapat santunan khusus. Ibarat bangunan, itu bisa masuk cagar budaya, harus dilindungi.

“Itu sangat langka. Pemerintah seharusnya memberi penghargaan,” katanya.

Menurut Djadja, adanya warga yang usianya di atas seratus tahun merupakan kebanggaan daerah. Karena tidak semua daerah memiliki, apalagi dalam jumlah cukup banyak.

**

Banyak hal menarik dari pengalaman orang berusia di atas seratus tahun. Mereka memiliki kebiasaan yang patut menjadi teladan bagi orang yang ingin panjang usia.

Marsudin (139), warga Gunungputri, Cilampunghilir, Padakembang yang lahir tahun 1871 dan tanggal 1 Juni besok merayakan ulang tahun ke-139 tahun memiliki kebiasaan unik.

Sejak muda ia suka “ngeueum” dalam bak mandi pada tengah malam sebelum ada yang menggunakan air tersebut. “Abah mah dugi kaayeuna tara telat ngeueum dina bak, janten sehat sareng dipanjangkeun umur (Abah sampai sekarang tidak pernah terlambat berendam di bak agar segar dan panjang umur),” katanya.

Kebiasaan Marsudin yang memiliki 6 anak, 35 cucu, lebih dari 80 buyut dan 12 bao dilakukan sejak masih belia. Kegiatan lain ialah baca Alquran dan salat lengkap dengan sunah.

Begitu juga Ny. Minah (120) warga Cipondok, Cogreg, Cikatomas. Ia mengaku tiap hari rajin membaca Alquran. Jika tidak membaca Alquran sehari serasa memiliki utang.

Tiap bulan selalu khatam Alquran. Rajin bangun tengah malam untuk salat malam juga rahasia di balik usianya yang panjang.

Soal makanan, tidak ada satu pun yang dipantang. Hanya cara memasaknya. Makanan Ny. Minah lebih banyak di- “seupan” atau di- “pais” (pepes). Jarang makan-makanan yang digoreng.

Berbeda dengan Ny. Kalsem (115) warga Cogreg, Cikatomas. Ia gemar makanan manis.

Pola makan dan kebiasaan bisa jadi faktor penyebab panjang usia. Umumnya, usia manusia di dunia adalah tujuh puluh tahun. Bahkan, Nabi Muhammad pun wafat dalam usia 63 tahun.

Staf Ahli Bupati Tasikmalaya Bidang Kesehatan dr. Oky Zulkifli mengatakan, dari tinjauan kesehatan, mereka yang berusia lebih seabad pola hidupnya bagus. Seperti rajin jalan kaki, bahkan nyaris ada yang tidak pernah naik kendaraan. Artinya, dia secara langsung berolah raga jalan kaki, lalu makanan yang digunakan juga sehat.

Mereka juga memegang petuah (nasihat) zaman dulu, misalnya jangan minum air manis dan asam. Mereka sampai sekarang, ternyata memegang petuah itu sehingga giginya masih bagus-bagus. Lalu, makanan mereka juga sehat-sehat, seperti daun singkong dan sayuran dari lingkungan sekitar. Mereka pun tidak merokok.

Tekanan hidup juga lebih ringan (tidak stres) sehingga menjalani kehidupan lebih santai. “Kalau stres, tekanan hidup berat, lalu tekanan darah tinggi, stroke larinya,” ujar Oky.

Di sisi lain, lingkungan udara juga bagus. Mereka yang berusia lebih dari seabad itu tinggal di daerah pegunungan yang udaranya bersih. (Abdul Latif/Kabar Priangan)***

web: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=142380

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: