Berburu Anyaman Nusantara

Berburu Anyaman Nusantara

Hasil karya negeri ini tak lepas dari berbagai kerajinan tangannya. Keunikan produk dalam negeri dapat kita jumpai di berbagai kota, pusat perbelanjaan, maupun toko-toko suvenir. Berbagai bentuk anyaman misalnya, kerajinan yang satu ini tak henti diminati. Anyaman nusantara memiliki keunikan tersendiri yang senantiasa dicari para pemburunya.

Bahan Baku Sederhana
Dilihat dari bahan bakunya, anyaman nusantara ini dapat terbuat dari rotan, bambu, maupun dedaunan. Bahkan, limbah plastik pun dapat dianyam menjadi dompet maupun tas yang indah nan murah. Tak sedikit dari kaum hawa yang terlihat percaya diri ketika menenteng tas belanjanya yang terbuat dari anyaman plastik tersebut.
Anyaman nusantara tak sekadar kerajinan tangan semata, melainkan sebuah seni merajut yang hasilnya bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga. Setiap produknya memamerkan keindahan tersendiri yang menarik untuk dipelajari.
Siapa bilang daun pandan hanya bermanfaat untuk mengharumkan makanan. Dengan kelihaian pengrajinnya, daun pandan pun dapat dianyam menjadi alas kaki. Anda akan disuguhkan dengan modelnya yang bermacam-macam. Sepatu dan sandal semacam ini begitu ringan dipakai, begitu pun di kantong.
Peluang Usaha
Siapa pun berpeluang untuk berbisnis anyaman nusantara ini, bahkan Anda bisa membuatnya sendiri. Eceng gondok yang biasa Anda temui di danau, bisa dijadikan peluang usaha dengan menganyamnya menjadi handicraft yang mempesona. Setelah dikeringkan, eceng gondok ini dapat diolah menjadi keranjang, tatakan gelas, bahan baku tas wanita, tikar, nampan dan lain sebagainya.
Selain berbahan baku rotan, kini industri furnitur pun menjadikan eceng gondok sebagai bahan pendukung industrinya. Tanaman lain seperti daun lontar, pelepah pisang, rumput, dan tumbuhan pakis pun dapat disulap menjadi perabotan dapur atau sekadar penghias ruangan Anda agar terkesan etnik.
Apa salahnya jika Anda lebih memilih lampu hias yang terbuat dari rotan. Selain memangkas pengeluaran, keunikan pun memamerkan pesonanya.
Anyaman nusantara tak pernah sepi dari perburuan. Masyarakat selalu dibuat penasaran untuk menaklukan dunia bisnis melalui usaha anyaman ini. Atau untuk sekadar mengkoleksi misalnya.
Kawasan Rajapolah, Tasikmalaya merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi para pecinta anyaman nusantara.
Tahapan Produksi
Bagaimana cara membuatnya? Peralatan yang digunakan pun sederhana seperti pisau penipis, tang, pisau pemotong, penjepit bundar. Tahapan dalam pembuatan kerajinan dari tanaman berserat itu melalui proses pengeringan, penipisan, serta merajut bahan baku menjadi wujud benda.
Bahan penunjang lainnya seperti benang jahit, kancing, batok kelapa, kain, lem, zat pewarna atau pengkilap, resleting, pernis, tambang, dan karton. Hampir semua pengrajin menggunakan bahan-bahan ini. Mereka menganyamnya menjadi tiga pola. Anyaman datar, yaitu anyaman yang dibuat mendatar, lebar, dan pipih. Misalnya dinding rumah tradisional, tikar, pembatas ruangan dan barang hias lainnya.
Kedua, yaitu anyaman tiga dimensi. Anyaman dengan pola seperti ini tidak lagi bernuansa tradisional, namun efek seninya lebih ditekankan. Contohnya sandal, lampu lampion, kursi, tas, serta wadah.
Kemudian ada yang dinamakan makrame. Dalam makrame ini, para pengrajin mengandalkan keahlian tangannya dalam proses simpul-menyimpul, yang dibantu alat pengait seperti jarum. Teknik ini dapat menciptakan pola tertentu dan membentuk sambungan. Benda yang dihasilkan pun tak kalah unik, seperti taplak meja, keset kaki, dan suvenir lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: