15 Titik Benda Cagar Budaya di Kota Tasikmalaya Mulai Diteliti

TASIKMALAYA,(PRLM).- Sebanyak 15 titik bangunan dan benda cagar budaya (BCB) di Kota Tasikmalaya akan diteliti arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang bersama tim dari Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Tasikmalaya, mulai Rabu (13/6).

Hasil dari penelitian tersebut nantinya akan menentukan bangunan/ benda yang dinilai sebagai BCB di Kota Tasikmalaya apakah termasuk BCB atau tidak. Kemudian yang termasuk BCB, diklasifikasikan sesuai dengan nilai sejarah bangunan tersebut apakah bernilai lokal, regional, atau nasional.

Kelima belas titik tersebut yaitu tiga monumen (Monumen Siliwangi di Jln Otto Iskandardinata, Monumen Juang, Monumen Koperasi di Jln. Moh. Hatta), empat makam ( Makam. Tubagus Abdullah di Purbaratu, Makam Prabudilaya di Situgede, Makam Mbah Karembong di Jln Bantar, dan Makam Syekh Abdul Ghorib di Kawalu), dan delapan bangunan seperti Markas Kodim, Stasiun Tasikmalaya, Bangunan Bank Bukopin, Hotel Sunda di Jln Tarumanagara, Toko Mebel Murah di Jln dr Sukarjo, Vihara di Jln Pemuda, Gedung FKPPI di Jln Pemuda, dan Kantor BPPT Kab. Tasikmalaya.

Hingga saat ini, BCB di Kota Tasikmalaya yang baru terregistrasi sebagai BCB nasional adalah Situs Lingga Yoni di Indihiang yang kini dipelihara oleh BP3 Serang sebagai penanggung jawab BCB tingkat nasional. Sisanya belum terregistrasi, apakah termasuk kewenanangan pemerintah Kota Tasikmalaya , Provinsi Jawa Barat, atau pemerintah pusat.

Hal itu terungkap dalam Sosialisasi dan Penelitian Cagar Budaya Pada kegiatan pengelolaan kekayaan budaya Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah raga Kota Tasikmalaya, di salah satu hotel, di Jln. RE Martadinata, Kota Tasikmalaya, Selasa (12/6). Saat itu hadir para pemilik bangunan kuno dan bersejarah di Kota Tasikmalaya seperti pemilik Penginapan Sunda dan penjaga makam bersejarah.

Menurut, Drs Zakaria Kasimin, Kasie Pelestarian dan Pemanfaatan BP3 Serang, pihaknya akan melihat arsitekturnya dan sejauh mana perubahannya. Pasalnya, mereka ingin meneliti keaslian bangunan sesungguhnya.

“Ada toleransi keaslian bangunan. Apabila keasliannya mencapai 70 persen itu termasuk BCB. Akan tetapi kalau kualitasnya menurun, maka tidak akan masuk ke BCB, tapi nilai sejarah tetap ada,”katanya.

Apabila melihat deretan BCB yang akan diteliti, ia memprediksikan 60 persen BCB di Kota Tasikmalaya memiliki nilai sejarah lokal. Contohnya, Di Jabar, untuk makam di luar Cirebon itu termasuk lokal dan regional. Di Kota Tasikmalaya nilai sejarhanya pun cederung sejarah tokoh lokal dan bentuk makamnya sederhana hanya susunan bata saja.

Dengan demikian, jika tidak meleset maka akan menjadi kewenangan pemerintah daerah setempat dalam hal perizinan dan pemeliharaan. Hal itu pun merupakan bagian tujuan dari penelitian tersebut, selain itu sebagai implementasi UU RI No 11/2010 Tentang Cagar Budaya.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Tasikmalaya Tantan Rustandi SE mengatakan, pihaknya siap menerima hasil penelitian tersebut karena nanti ada implikasi hak dan kewajiban dari pemerintah, antara pemilik dan pemerintah. Kepada pemilik BCB misalnya, pemerintah akan memberikan kompensasi keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan bahkan bisa sampai menghapuskannya. Namun hal itu harus diperkuat dengan surat keputusan walikota hingga dengan penyusunan Perda khusus perlindungan atau konservasi BCB.

“Saya percaya, untuk jadi motivasi. Dikurangi bahkan dihilangkan pajaknya juga tidak masalah. Daripada oleh pemerintah tidak keurus. Saya khawatir kalau tidak ada tindakan, nanti bakal hilang,”kata dia.

sumber : pikiran rakyat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: