Tikar Mendong Tasikmalaya

Sudah di tulis singkat bahwa perekonomian masyarakat daerah rajapolah menurut letak geograpisnya adalah bermata pencahariannya adalah bertani atau bercocok tanam… tanah atau lahan pertanian mereka adanya yang ditanami oleh padi, ada juga yang menananmnya dengan mendong.

Mendong adalah bahan mentah yang dipakai atau yang nantinya bisa diproduksi menjadi kreasi beraneka ragam. Dengan kreativitas masyarakat tasikmalaya khususnya daerah manonjaya dan sekitarnya, daun mendong ini bisa menjadi berbagai bahan setengah jadi yang nantinya menjadi produk berkualitas tinggi.

Sebelum negara Indonesia mengalami krisis moneter sebelum tahun 1997-an produk tikar mendong ini mengalami jaman ke-emasan, dimana produk tikar mendong ini baik yang mempunyai kualitas baik dengan harga tinggi maupun yang dijual secara kodian penjualannya sangat baik.

Semua yang terkait didalam tikar mendong mulai dari proses penanaman yaitu petani, bandar mendong (bandar mendong mentah), pengrajin sampai ke bandar (penerima produk jadi), bahkan sampai kepada penjual alat dan bahan pembuat tikar mulai dari benang,bahan celup, dan alat-alat lainnya mengalami kejayaan.

Namun kejayaan produk tikar mendong baik yang kualitas baik maupun yang kodian tidak berlanjut, karena krisis monenter yang melanda negeri ini, mengapa demikian karena semua bahan pendukung pembuatannya mengalami kenaikan harga yang tidak tanggung-tanggung (bahan celup, benang, dll), dampak penurunan produk tikar dari mendong ini semakin menjadi dengan bermunculannya produk tikar yang terbuat dari bahan plastik.

Memang masyarakat kita ini, sudah jadi adat istiadat atau karena pengaruh dari krisis moneter saja, daripada membeli atau menjual tikar dari bahan mendong ini, lebih memilih membeli atau menjual tikar yang terbuat dari bahan plastik tsb, dikarenakan bahannya yang mungkin sedikit tahan lama. dan harganya lebih murah.

Dari beberapa alasan diatas, kiranya masyarakat kita harus lebih kreatif dalam mempertahankan budaya daerah yang mana selain menjadi ciri khas daerahnya adalah sebagai sumber mata pencaharian masyarakat yang mau tidak mau harus terus dan jangan sampai punah.

Alhasil dari beberapa diantara orang kreatif ini, (belum bisa saya sebutkan), mempunyai pemikiran yang sangat bagus dan kreatif, mereka berpikir bagaimana supaya para petani mendong tidak putus dan beralih pekerjaan sementara hasilnya dapat terus diolah dan dipasarkan?

Sebagai catatan, masyarakat yang mempunyai lahan sawah lebih memilih menanam mendong dari pada padi, kenapa ? karena hasilnya bisa dua kali lipat dari hasil bertani padi.

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: